🌌 Hyang Baruna Dewa Baruna
DEWABaruna sebagai dewata penguasa lautan yang juga sering disebut sebagai Dewa Samudra yaitu penguasa dan penjaga ketenangan samudra. Menurut kepercayaan orang Bali, segala penyakit dan hama bersumber dari laut selatan ini yang dikuasai oleh Dewa Laut, Sang Hyang Baruna; Dari laut selatan itu dahulu pernah disebutkan segala hama penyakit
Dewamengijinkan pernikahan itu dengan syarat mereka tidak boleh punya anak. Oleh karena itu, para dewa menganggap kelahiran wisanggeni sebagai menyalahi kodrat. Sebagai pengatur kehidupan dewa dapat melakukan apa saja, akan tetapi - Dewa Brahma misalnya - tidak dapat membunuh bayi kecil hasil perkawinan Arjuna dan Dresanala tersebut, cucunya.
BendesaDesa Pakraman Kusamba, AA Raka Swastika menjelaskan Ngusaba Nini di Pura Segara Kusamba sejatinya sebagai ungkapan syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam prabhawa-nya sebagai Batara Segara (Baruna) dan Batari Sri Nini (Dewi Sri) atas karunia melimpah sepanjang tahun sebelumnya."Kenapa dilaksanakan di Pura Segara karena di Kusamba banyak krama hidup dari laut.
jarakbali antara pulau jawa beruoga dimana tiba-tiba terdengar suara: "eh dang hyang siddhimantra aku sang hyang baruna geni dari yogamu kemudian pulau jawa bertaksu/berwibawah jayeng satru/menang mengalah musuh, menguasai nusantara pulau bali suci tempat dewa coret goret dengan tongkatmu tiga kali tanah lorong kecil tipis selat pulau bali
menurutkepercayaan orang bali, segala penyakit dan hama bersumber dari laut selatan ini yang dikuasai oleh dewa laut, sang hyang baruna; dari laut selatan itulah dahulu pernah disebutkan segala hama penyakit disebarkan oleh ratu gde mecaling, sehingga sampai saat ini di bali tetap dilaksanakan upacara nangluk merana untuk menangkal atau
Kalukatkelebur denira sang hyang amurwa pawitra sanjiwani Om nama siwa dudaya nama swaha. S A Y E M Om sayem Brahma sayem Wisnu, sayem dewa Maheswaranirwediyem sayem, Baruna dewa maha sidiem, Brahma, Wisnu, Iswara dewa, sarwa wigena winasanem, Om Ang Ung Yang Mang Yang Ang. Ditya yogi pramana sidiem, Siwa Barunantala premana sidiem,
Dalamlontar Yadnya Prakerti disebutkan Daksina melambangkan Hyang Guru/ Hyang Tunggal adalah nama lain dewa Siwa. Dalam tetandingan melambangkan Dagu simbol laut untuk manifestasi Hyang Widhi Wasa sebagai Baruna. Gegantusan merupakan perpaduan dari isi daratan dan lautan, yang terbuat dari kacang-kacangan, bumbu-bumbuan, garam dan ikan
MenurutI Gusti Agung Paramita, berbagai macam ritual68 yang dilakukan oleh umat Hindu adalah bertujuan untuk memuliakan dan menjaga keseimbangan kosmik didasarkan pada lahirnya kesadaran manusia yang terpusat pada alam (kosmos). Manusia sadar bahwa "kemarahan" alam akan membawa bencana besar terhadap kehidupannya.
qKxiYhh. LAUT bagi umat Hindu merupakan kawasan suci, sekaligus tempat berstananya Dewa Baruna atau Bhatara Segara. Hampir di setiap prosesi upacara keagamaan, umat Hindu menjadikan laut sebagai pembersihan dan pemujaan kepada Sang Hyang Baruna. MINGGU 1/2/2015, ratusan umat Hindu mengikuti prosesi ritual Segara Kertih yang dilakukan di atas laut. Upacara ini sebagai satu bentuk wujud syukur dan persembahan kepada penguasa laut yakni Sang Hyang Baruna. Sebagai wujud syukur, upacara yang pertama kali digelar oleh Puri Agung Kesiman dan Quick Silver ini dilakukan di atas laut Nusa Penida, Klungkung. Sebelumnya sejak pagi ratusan umat Hindu berkumpul di Pelabuhan Benoa mengikuti prosesi Segara Kertih. Prosesi diawali dengan mengarungi lautan menuju laut Nusa Penida menggunakan kapal mewah atau cruise, yang di kedua sisi kapal tersebut dipasang dua naga yakni naga Basuki dan Anantaboga yang panjangnya 35 meter, diameter 60 cm, dan besar kepala 1 meter. Sekitar 45 menit mengarungi lautan, prosesi upacara pun berlanjut dengan menggelar sejumlah sesaji di atas bagan tengah laut Nusa Penida yang dipimpin Ida Pedanda Gede Putra Bajing dari Griya Bajing, Banjar Lebah, Denpasar. Prosesi pun berjalan diiringi tetabuhan gamelan Singa Praga dan gamelan Gong Suling Gita Semara. Dalam upacara Segara Kertih digelar prosesi mawintenan, mulang pakelem hewan ternak seperti kambing, bebek, ayam, dan angsa, selain itu acara juga dirangkai dengan pemelaspasan kapal baru Quick Silver. "Upacara ini baru pertama kali digelar di atas laut oleh Puri Agung Kesiman dan Quick Silver. Upacara ini sebagai bentuk rasa syukur, penghormatan sekaligus persembahan kami, umat Hindu kepada laut dalam hal ini Dewa Baruna. Laut beserta isinya merupakan anugerah bagi umat Hindu," ucap panitia upacara Kadek Wahyudita. Pria yang juga Kelian Penggak Men Mersi, Kesiman, ini menyatakan, sebagai umat Hindu sudah sepatutnya bersyukur dengan limpahan kekayaan yang tersedia dan tentunya menjaga kelestarian laut beserta isinya karena laut adalah kawasan suci. "Laut adalah kehidupan bagi umat manusia dan harus terus dijaga, bukan untuk dirusak atau dieksploitasi. Boleh mengambil tapi ingat untuk memberi dan menjaganya, karena kita tahu sekarang ini di Bali khususnya kesucian laut kian tercemar oleh tangan orang yang tidak bertanggung jawab," jelasnya. Selain upacara Segara Kertih digelar pula upacara pemlaspasan kapal Quick Silver terbaru. Kapal dengan panjang kisaran 40 meter, lebar 17 meter ini akan melayani rute Pelabuhan Benoa menuju Nusa Penida. Dalam upacara Segara Kertih, selain dihadiri ratusan umat Hindu hadir pula Pangdam IX Udayana Mayor Jenderal TNI Torry Djohar Banguntoro, Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama. Usai prosesi Segara Kertih, upacara kembali dilanjutkan dengan menggelar pertunjukan tari-tarian di Tanjung Benoa, Badung. Gelaran pentas seni yang bertajuk Segara Lange tersebut menampilkan puluhan seniman tari dan tabuh. "Malamnya kita lanjutkan dengan acara pengilen pertunjukan seni dengan tema Segara Lange, yang diartikan menyuguhkan tari-tarian pemujuaan terhadap Sang Hyang Baruna atas keindahan laut yang diberikannya. Kita tampilkan 75 penari dan sekaa gamelan," tandasnya. *
0% found this document useful 0 votes22 views16 pagesOriginal Titledewa varuna oleh kadek andreCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes22 views16 pagesDewa Varuna Oleh Kadek AndreOriginal Titledewa varuna oleh kadek andreJump to Page You are on page 1of 16 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 14 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
April 13, 2021 Sang Hyang Bathara Baruna atau dewa baruna sering disebut pula dengan nama Bathara Waruna. Ia masih keturunan Sanghyang Wenang dari keturunan Sanghyang Nioya. Bathara Baruna berwujud Dewa berwajah ikan dan seluruh badannya bersisik ikan. Karena itu Bathara Baruna dapat hidup di darat dan di air, mempunyai cupu berisi air kehidupan Mayausadi. Bathara Baruna bertempat tinggal di kahyangan Dasar BarunaIa bertugas menjaga kesejahteraan makhluk di dalam samodra. Pada jaman Maespati, Bathara Baruna pernah mengalami kesulitan, air narmada tidak mengalir karena terhalang oleh tubung Prabu Arjunasasra yang tidur bertiwikrama menjadi brahalasewu membendung muara Narmada, sehingga mengahalangi aliran sungai dan menimbulkan banyak Juga- Bathara Wisnu- Bathara AntabogaBathara Baruna dapat menyelesaikan persoalan itu dengan memberikan Cupu Banyu Panguripan air kehidupan kepada Prabu Arjunasasra. Air Kehidupan itu dipergunakan Prabu Arjunansasra untuk menghidupkan kembali Dewi Citrawati dan para putri Maespati yang mati bunuh diri karena hasutan/tipu daya ditya Sukasarana, anak buah Prabu Baruna juga banyak berjasa membantu Ramawijaya, dengan mengerahkan ikan-ikan besar membendung samodra hingga pembuatan tambak untuk jembatan menyeberangkan jutaan laskar kera Gowa Kiskenda ke negara Alengka dapat Baruna juga mempunyai nama lain yaituJalapati penguasa air Pracheta yang bijaksana Yadapati Raja binatang laut Ambhuraja Raja awan Pasi yang membawa jaringBathara Baruna mempunyai putri bernama Dewi Urangayu yang di nikahi oleh werkudara, dari pernikahan ini lahirlah seorang ksatria sakti mandraguna, ksatria tanpa tanding Yaitu Antasena.
hyang baruna dewa baruna